Foto kota Majalengka dengan pemandangan Gunung (Foto. IST)

BDGNEWS.BIZ – Mencermati akun media sosial @taufikhidayat_dprd yang tak lain milik dari Ketua DPRD Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat, SH, MH., yang diunggah sejak 10 Mei 2022 via lini masa Tik Tok reel bertajuk ‘Majalengka Dalam Riwayat Lintas Zaman’, terpantau ada yang menggugah perihal dinamika pembangunan di Kabupaten Majalengka yang berjuluk lain sebagai Kota Angin maupun Kota Seribu Curug atau  Kota Air Terjun.

“Ya, Majalengka yang berjarak kita-kira 91 km dari Bandung, dengan luas daerahnya sekitar 1.204,24 km2 atau sekitar 2,71% dari luas Propinsi Jawa Barat, dengan jumlah penduduk sekitar 1,2 juta jiwa (2019), disertai kepadatan penduduk sekitar 971 orang per km2, adalah amat potensial untuk meningkatkan kesejaheraannya melalui pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor,” ujar Taufik Hidayat yang dikontak lima hari setelah muncul unggahannya di akun IG miliknya yang menayangkan ‘reel’ dari masa ke masa Kabupaten Majalengka sejak era 1940-an di berbagai sudut tempat yang dibandingkannya dengan kondisi kekinian yang lebih menawan.

Lebih jauh menurut Taufik Hidayat yang merintis sebagai Ketua DPRD Jawa Barat dari Dapil XI yang terdiri atas Kabupaten Subang, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Majalengka, khusus menurutnya untuk Kabupaten Majalengka, yang kini telah memiliki salah satunya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati.

Foto Udara Sekitar Daerah Alun alun Majalengka (Foto. IST)

“Sesuai visinya yakni terwujudnya Kabupaten Majalengka yang religius, maju dan sejahtera. Karenanya, demi menjangkau misinya, yakni terciptanya kualitas kehidupan beragama yang baik, termasuk adanya peningkatan kualitas pendidikan, dan kesehatan yang merata. Ini harus dibarengi pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis agribisnis.

Potensi ini harus dikembangkan secara simultan itu,” terangnya sambil menambahkan – “Insya Alloh dengan kekompakan antara eksekutif dan legislatif di kabupaten penghasil buah manga gedong gincu yang terkenal ke mancanegara, sasaran pembangunan itu akan tercapai. Terpenting, itu tadi pembangunannya dirasakan rakyat.” (HS/HNY)